KECEPATAN komputer mengolah informasi sangat
ditentukan oleh prosesornya. Dalam teknologi digital silikon
(konvensional), untuk meningkatkan kecepatan prosesor kerapatan
transistor dalam cip prosesor harus ditingkatkan. Upaya untuk
meningkatkan kerapatan transistor ini tidak mungkin dilakukan terus
menerus tanpa batas karena suatu saat pasti akan mencapai maksimum,
yaitu ketika ukuran transistor sudah tidak dapat diperkecil lagi. Pada
keadaan ini perlu ditemukan teknologi baru, misalnya teknologi kuantum,
untuk meningkatkan kecepatan prosesor.Istilah kuantum (quantum)
belakangan ini mulai populer dan sering digunakan dalam berbagai konsep
yang memperkenalkan suatu paradigma baru, misalnya quantum learning,
quantum teaching, quantum business, dan sebagainya. Kiranya tidak
berlebihan jika dikatakan bahwa istilah kuantum pertama kali
diperkenalkan oleh Max Planck, seorang fisikawan Jerman, dalam teori
kuantum cahaya untuk menjelaskan radiasi benda hitam. Secara tak
langsung teori inilah yang melahirkan fisika kuantum yang mempunyai efek
dominan pada sistem dalam skala atomik.
Sejalan dengan perkembangan ilmu fisika dan informasi, belakangan ini
telah mulai dikembangkan komputasi kuantum yang menggunakan
prinsip-prinsip fisika kuantum. Komputasi kuantum ini nantinya
diharapkan dapat melahirkan teknologi kuantum yang memungkinkan
terobosan teknologi untuk mewujudkan komputer masa depan (komputer
kuantum) yang bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan
komputer konvensional yang dikenal saat ini.
Apa yang membedakan komputer kuantum dari komputer konvensional
(digital)? Kita dapat mulai dengan mengamati secuil satuan informasi
yang disebut satu bit, yaitu satu sistem fisis yang dapat dinyatakan
dalam satu di antara dua keadaan (dua nilai logik) yang berbeda: ya atau
tidak, benar atau salah, 0 atau 1. Satu bit informasi dapat diberikan
oleh dua keadaan polarisasi cahaya atau dua keadaan elektronik suatu
atom. Namun, jika satu atom dipilih untuk merepresentasikan satu bit
informasi maka menurut mekanika kuantum di samping kedua keadaan
elektronik yang berbeda, atom tersebut dapat pula berada dalam keadaan
superposisi (paduan) dua keadaan tersebut. Atom tersebut dapat berada
pada keadaan 0 dan 1 secara serentak. Secara umum, satu sistem kuantum
dengan dua keadaan atau quantum bit (qubit) dapat dibuat berada dalam
suatu keadaan superposisi dari kedua keadaan logiknya.
Perhatikan perbandingan berikut. Register konvensional tiga bit dalam
satu saat hanya dapat menyimpan satu dari 8 kemungkinan keadaan yang
berbeda seperti: 000, 001, 010, 011, 100, 101, 110, dan 111. Sebaliknya,
suatu register kuantum tiga qubit dalam satu saat dapat menyimpan 8
kemungkinan keadaan yang berbeda tersebut secara serentak sebagai suatu
superposisi kuantum. Jika jumlah qubit terus ditambahkan pada register
maka kapasitas penyimpanan keadaan (informasi) dalam register akan
meningkat secara eksponensial, yaitu secara serentak 3 qubit dapat
menyimpan 8 keadaan berbeda, 4 qubit dapat menyimpan 16 keadaan berbeda,
dan seterusnya sehingga secara umum N qubit dapat menyimpan sejumlah 2N
keadaan berbeda.
Sekali suatu register
disiapkan dalam suatu superposisi dari keadaan-keadaan yang berbeda,
operasi-operasi pada semua keadaan itu dapat dilakukan secara bersamaan.
Sebagai contoh, jika qubit-qubit tersimpan dalam atom-atom, pulsa laser
yang diatur secara tepat dapat mempengaruhi keadaan-keadaan elektronik
atom dan mengubah superposisi awal menjadi superposisi lain yang
berbeda. Selama perubahan tersebut setiap keadaan dalam superposisi awal
terpengaruh sehingga dapat dihasilkan suatu komputasi masif secara
paralel dalam satu keping hardware kuantum.
Suatu komputer kuantum dalam satu langkah komputasi dapat melakukan
operasi matematis pada 2N input berlainan yang tersimpan dalam
superposisi koheren N qubit. Untuk melakukan hal yang sama, suatu
komputer konvensional harus mengulang operasi sejumlah 2N kali atau
harus digunakan 2N prosesor konvensional yang bekerja bersamaan.
Komputer kuantum menawarkan peningkatan yang sangat luar biasa dalam
penggunaan dua sumber daya komputasi utama, yaitu waktu dan memori.
Tahap awal menuju gerbang logika kuantum dan jaringan kuantum sederhana
adalah usaha mengontrol fenomena kuantum dalam suatu eksperimen. George
Johnson dari New York Times melaporkan bahwa di Los Alamos, USA, Dr
Raymond Laflamme dan Dr Emanuel Knill sedang melakukan eksperimen yang
mengaplikasikan komputasi kuantum dengan menggunakan NMR (nuclear
magnetic resonance) yang sebelumnya sering digunakan untuk memetakan
struktur molekul berdasarkan respons atom-atom penyusunnya terhadap
gelombang elektromagnetik. Teknologi serupa ini, magnetic resonance
imaging (MRI) sudah cukup lama dan cukup banyak digunakan di rumah
sakit, yaitu untuk melakukan scanning pada jaringan tubuh manusia.
Dalam eksperimen yang telah dilakukan, lima qubit disimpan dalam
spin-spin inti lima atom yang menyusun suatu molekul yang disebut asam
kroton (crotonic acid) yang disintesis secara khusus oleh ahli kimia Los
Alamos, Dr Rudy Martinez. Spin merupakan besaran intrinsik dalam fisika
kuantum, secara analog digambarkan sebagai efek yang timbul dari gerak
putar seperti gasing yang dapat berinteraksi dengan medan magnet. Jika
gerak putar searah jarum jam dinyatakan sebagai keadaan spin down atau
0, maka gerak putar dalam arah berlawanan jarum jam dinyatakan sebagai
keadaan spin up atau 1.
Mula-mula suatu sampel
asam kroton yang berisi sekitar 1021 (satu milyar trilyun) molekul
diletakkan di dalam inti spektrometer NMR. Sejumlah nitrogen dan helium
cair digunakan untuk mendinginkan kumparan superkonduktor NMR untuk
menghasilkan medan magnet yang sangat kuat.
Pada awal eksperimen, spin inti-inti atom dalam molekul asam kroton
berorientasi ke segala arah secara acak. Melalui keyboard komputer yang
terhubung ke NMR, peneliti meratakan arah spin dengan medan
elektromagnetik, hanya saja hasilnya tidak sepenuhnya rapi.
Medan magnet yang kuat dalam NMR hanya dapat menyebabkan sebagian
kecil, sekitar 1013 (sepuluh trilyun) molekul, mempunyai orientasi spin
inti yang dapat dinyatakan sebagai 11111. Molekul-molekul homogin inilah
yang digunakan dalam komputasi kuantum. Hal ini dapat dilakukan sebab
setiap spin dari kelima inti dalam molekul tersebut beresonansi pada
frekuensi yang berbeda.
Dengan menggunakan
pulsa gelombang radio peneliti dapat memilih spin inti tertentu,
misalnya inti kedua, dan menggoncangkannya serupa bel sehingga semua
spin inti kedua dari sekitar 10 trilyun molekul tersebut berdenting
secara sinkron. Jika pulsa gelombang radio diatur dalam selang waktu
yang tepat, spin inti-inti kedua dapat diputar ke arah berlawanan,
disimbolkan sebagai keadaan 0. Pulsa lain dengan karakteristik sama akan
mengembalikan orientasi spin inti-inti kedua ke arah semula atau
keadaan 1. Sebaliknya, pulsa dengan selang waktu setengah kali akan
menyebabkan spin inti-inti tersebut berada dalam superposisi kuantum:
secara bersamaan pada keadaan 1 dan 0.
Yang
digambarkan di atas tak lain daripada suatu saklar kuantum. Suatu
molekul dapat digunakan untuk melakukan perhitungan sebab spin inti-inti
atomnya, seperti saklar-saklar kecil di dalam cip komputer, dapat
berinteraksi satu terhadap yang lain: suatu pulsa gelombang radio akan
menyebabkan spin inti tertentu berubah dari keadaan 1 ke 0 atau
sebaliknya. Di dalam komputer digital susunan demikian ini dikenal
sebagai gerbang logika, komponen dasar untuk suatu komputasi.
Serangkaian gerbang logika memungkinkan suatu komputasi dapat dilakukan.
Berbekal keberhasilan dan pengetahuan yang
diperoleh dari penelitian sebelumnya, kelompok peneliti di Los Alamos
melakukan penelitian komputasi kuantum dengan menggunakan 10 qubit.
Dalam penelitian ini mereka melakukan koreksi kesalahan kuantum, salah
satu komponen yang sangat penting bagi perkembangan teknologi kuantum.
Dapatkah komputer kuantum direalisasikan dalam waktu dekat merupakan
suatu pertanyaan yang sulit dijawab. Lahirnya teknologi baru selalu
membawa perubahan yang perlu dicermati dan diantisipasi. Yang pasti,
teknologi kuantum untuk mewujudkan komputer kuantum akan membawa
paradigma baru dalam dunia komputer, baik dari segi hardware maupun
software (algoritma).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar